BANDA ACEH – Sebanyak 207 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memiliki potensi menjadi instruktur dilatih untuk membantu pembina pramuka yang ada di sekolah-sekolah menengah kejuruan. Dari 207 siswa yang hadir, dua di antaranya, Rusdi Arifin asal SMK 1 Sigli dan Putri Meidilla asal SMK 1 Bandar Dua Ulee Gle, Pidie Jaya.

Kedua siswa itu merupakan anggota kepanduan yang baru pulang dari Raimuna yang diselenggarakan Kwartir Nasional Pramuka. Raimuna adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh Kwartir Gerakan Pramuka. Kegiatan ini diselenggarakan mulai dari tingkat Kwartir Ranting (kecamatan) hingga tingkat nasional.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin MPd ketika membuka Kursus Instruktur Muda Pramuka SMK, Kamis (11/10) malam di Grand Aceh Syariah Hotel, Banda Aceh, mengatakan peranan Pramuka semakin penting.

Kecuali dengan kegiatan kepramukaan mampu mengatasi kenakalan remaja dari pengaruh narkoba, juga mampu mengajak teman sebaya untuk berbuat hal-hal positif di dalam masyarakat dan lingkungannya. “Ini yang akan menyebabkan, kami akan terus berupaya untuk memperbanyak kegiatan siswa dan kepramukaan di lingkungan dunia pendidikan,” kata Syaridin.

Ketua Panitia Kursus Instruktur Muda Pramuka SMK tingkat provinsi Aceh, Drs Zulkarnaeni, mengatakan kursus yang melibatkan sembilan siswa SMK per kabupaten/kota itu berlangsung 11-15 Oktober 2018.

Kursus ini, kata Zulkarnaini, melibatkan delapan instruktur berpengalaman. Seusai mengikuti latihan di tingkat provinsi, para siswa SMK ini nantinya akan bertugas membantu pembina Pramuka di sekolah masing-masing.

Pada kesempatan itu, Syaridin yang didampingi Kabid SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh, Zulkifli MPd dan Kak Anto (salah seorang instruktur Pramuka sempat berdialog dengan dua siswa yang baru pulang dari Raimuna Nasional). Kedua wakil Pidie dan Pidie Jaya itu menceritakan betapa pentingnya mengikuti event-event pramuka seperti Raimuna.